aku bukan untuk duniamu


Semilir angin malam menerpa, menusuk hinggal tulangku. Rintik Hujan pun melengkapi dinginnya malam ini. Ku tutup buku Matematika yang ada diatas meja belajar. Ku tarik selimut tebal yang ada diujung kakiku, dan kini waktunya memejamkan mata. Selamat malam bintang..selamat malam hujan...
Disaatku sedang terlelap tidur kau datang menemuiku
“angel... bangun...ini aku... ray...”
Aku merasa terpanggil, ku buka kedua mataku. Malam itu Ray datang kekamarku.
“Ray mau apa kau kesini? Tenanglah kau dialammu...jangan ganggu aku Ray...”
“Aku sayang kamu Angel... kenapa kamu begitu tega menduakanku dengan Doni? Kau tega sekali sayang.”
“Mana mungkin aku harus tetap denganmu Ray? Kita sudah berbeda dunia...jangan ganggu aku lagi Ray...tenanglah dialam sana...”
“Aku Cuma ingin kamu tau, aku Cinta kamu Angel..”
Tiba tiba Ray menghilang, kucari cari wujudnya, namun yang ada hanya kosong.
**
Pagi itu Doni menghampiriku “Angel kurasa hubungan kita cukup sampai disini saja! Aku merasa tidak ada kecocokan diantara kita”
“loh kenapa?” tanyaku
“aku sudah punya penggantimu... maafin aku Angel...” kata Doni.
Aku tak kuasa menahan tangis, mengapa secepat ini! Mengapa Doni begitu tega! Mengapa??
**
Air mata itu tiada henti hentinya sampai akhirnya tangisan itu menghiasi malamku. Namun disaat ku terlelap tidur, Ray datang lagi menemuiku.
“jangan menangis sayang... aku selalu ada untukmu...”
“kau mau apa lagi Ray? Please jangan ganggu aku...dunia kita tak sama...”
“Cinta yang akan mempertemukan kita kembali” Ray pun menghilang.
Ku berdoa ditengah gelapnya malam. Tuhan... jika Doni adalah jodohku maka dekatkalah kami kembali.. namun jika Ray adalah jodohku maka sadarkanlah dia ya tuhan...aku bukan untuk dunianya.. dunia kita berbeda...walaupun aku masih sayang dia ya tuhan...
Pagi itu...patah hati ini masih berlanjut. Aku melihat Doni duduk mesra berduaan dengan Risya dibawah pohon rindang ditaman sekolah.yakni Sahabatku sendiri. Aku makin tertusuk oleh tajamnya pisau didadaku. Tangisan ini tak tahu harus bersandar dibahu siapa. Dan Abi , temanku merangkulku dan tangisanku. Seiring berjalannya waktu, keepedulian Abi makin mejadi jadi. Hingga akhirnya Abipun jatuh cinta kepadaku. Kami berpacaran. Tapi dimalam yang dingin, Ray kembali datang “Angel...dimana kau yang dulu ku kenal? Kenapa kau mudah sekali jatuh cinta? dimana janjimu dulu untuk setia bersamaku...”
“sudahlah Ray..aku sudah bahagia dengan Abi...aku sudah cukup melupakanmu Ray....”
Pagi hari disaat aku dan Abi berangkat sekolah bersama. Abi berkata “aku punya satu permintaan sayang, kamu mau kan berkorban demi cintamu ke aku? “
Jawabku “apa sayang?” dan Abi pun menjawab “tolong ambilkan bunga indah disebrang jalan sana...agar nanti aku akan membuat mahkota indah untukmu” akupun melakukannya. Namun ditengah jalan mobil dari arah kiriku melaju amat kencang, mobil itu hampir menabrakku namun Abi menyelamatkanku. 
**
Malam harinya Ray datang kembali “kenapa kau menolak ajakan ku tadi Angel? Kau tak cinta lagi denganku? “
“jadi kau yang ingin menyelakaiku? Agar aku mati ? namun sayang...Abi yang menyelamatkanku dari maut itu Ray”
“kau benar benar sudah berubah Angel... kau apakan pengorbananku selama ini untukmu? Kau lupakan begitu saja? Padahal sampai detik ini aku masih menyayangimu Angel.. aku kecewa denganmu.” Ray menangis dihadapanku.
“Ray... kau harus mengerti... duniamu bukan duniaku...kita berbeda dunia Ray...dan kau yang kau harus tau, bahwa cinta tak dapat dipaksakan. Kau harus bahagia jika orang yang kau cintai juga bahagia. Sekalipun itu bukan dengan kau. Sekali lagi kuingatkan Ray, aku bukan untuk duniamu.” Ku raih tubuh Ray, namun tak dapat ku sentuh. Dan aku melajutkan pembicaraanku “bahkan untuk menyentuhmupun aku sudah tak bisa Ray...”
“iya sekarang aku mengerti, aku sudah tak pantas untukmu. Dunia kita berbeda. Dan kau sudah melupakanku. Oke kita putus Angel...selamat tinggal ...” Ray menghilang dan menghilang tanpa terlihat lagi wujudnya.
“selamat jalan Ray.....semoga kau tenang dialam sana”.

asal mula Dekaw~


Dari kemaren ngepost cerbung dan cerpen terus. Karena sekarang lagi gak ada inspirasi dan lagi kepengen ngepost tentang diri gue, yaudah check it out ____

Nama gue cewe banget loh guys nih DEWI KARTIKA, singkat padat dan jelas. etttt kalo keserempet bacanya sering tuh jadinya Dewi Sartika. Nama pahlawan dari Jawa Barat deh, atau engga nama jalan. Yaa tapi gue cukup bersyukur lah. Oiya asal usul nama gue itu lucu loh, jadi gini waktu itu mama udah punya 2 anak perempuan yaitu kakak kakak gue. Kemudian bokap pengen banget punya anak cowo. Mereka udah mempersiapkan nama cowo dan lain sebagainya, Dan lahirlah gue. Pada kenyataannya gue adalah anak pe-rem-pu-an. Toh mereka belom nyiapin nama dong buat gue?yakan~ akhirnya yang namain gue adalah Bidan Ross. Yap. Dia seorang bidan yang ngebantu proses kelahiran gue guys. Miris banget gak sih jadi gue. 
Oke kita gak usah bahas itu lagi, yang jelas sekarang temen temen tuh manggil gue Dekaw. Karena apa? Sekarang gue akan ceritain asal mula nama DEKAW. Dekaw itu adalah hasil singkatan dari Dewi Kartikaw. Kenapa? Karena waktu gue baru masuk SMK tepatnya duduk di kelas X Broadcasting. Yang sekarang bernama MC2fams atau my crazy class. Otomatis gue perkenalan nama dong sama temen temen baru gue. Nah saat perkenalan nama itu gue galau. Dikelas itu ada nama Dwi, dan juga nama Kartika. Terus? Gak mungkin orang orang manggil “hey kartika 1 ..” dan “hey kartika 2..” gak lucu kan kalo manggilnya gak pake nomor. Eh yang nengok dua duanya. Nah ada temen gue nama Alvian, biasa dipanggil Botak. Tau dong alesannya kenapa dia dipanggil Botak? Karena dulu Rambut dia Botak, walau sekarang rambutnya udah panjang tapi dipanggilnya tetep Botak. Wkwk
Kembali ke asal usul nama DEKAW. Perkenalan dimulai!  gue bilang didepan kelas kalo nama panggilan gue adalah DEKA. Pencetus nama DEKA, itu adalah Asbek atau di Bekky. Itulah singkatan dari Dewi Kartika. Peranan si Botak adalah pencetus nama Dekaw!. Jadi saat itu dia nanya username akun facebook gue. Lalu nama fb gue itu adalah Dewi kartikaaww. Dan mulai dari situ Botak sering manggil gue Dekaw. Dan seiring berjalannya waktu semua orang jadi manggil gue DEKAW. Sampe guru guru disekolah pun manggil gue DEKAW.  Temen temen SMP juga pada manggil Dekaw. Dari situlah twitter gue juga bernama @dekaaw . sampe nyokap bokap jadi suka manggil gue Dekaw. Hehehe itulah gue! DEKAW si cewek tullen.  J

Aku dan Potretanku


Aku melangkah melintasi jalan berdebu, Hari itu cuaca sangatlah panas. Rasanya matahari berada tepat diatas kepalaku. Dimana pohon pohon rindang dipinggir jalan sudah dijadikan markas pedagang asongan pinggir jalan. Dan kurasa hari ini para penjual air minum dingin asongan memang sedang laku keras. Memang terbukti, setelah kuteguk dinginnya sebotol air, tenggorokan yang kering seketika menjadi segar dan sejuk. Cukup melelahkan rasanya hari ini. Tapi saatnya melanjutkan perjalanan—
Ku hela nafas panjang, tatapan mata ini mengarah pada jalanan yang dipenuhi antrian kendaraan. alunan klakson pun membisingkan telingaku. Huf, Jakarta is crowded city. Itulah tema potretanku hari ini. Walau masih belum profesional, gak ada salahnya toh untuk menghilangkan rasa jenuhku. Sesungguhnya inilah hobyku.
Waktu sudah menunjukan pada jam 13.00, wajar saja aku merasakan panas terik matahari seperti ini. Tapi itu tidak menghentikan langkahku sampai disini. “ckrik !!!”ckrik!!!”ckrik!!!”  beberapa foto pun terpotret dengan sempurna. Mungkin untuk melihat hasil aku harus mempreview gambar gambar ini, dan... ada satu gambar yang membuatku terkesima, membuat mataku tak bisa berkedip, membuat jantungku berdetak  lebih kencang, membuat hatiku luluh. Berulang kali ku tatap foto itu, dan hatiku bertanya, “siapa dia?!”. seorang lelaki manis dan tampan berdiri tepat dibawah pohon rindang dipinggir jalan.  Kurasa aku jatuh cinta pada pandangan pertama.
Ku hampiri dirinya dan ku sapa dirinya dengan penuh rasa percaya diri. Seperti saat pak Didi menyuruhku bernyanyi didepan kelas ,walaupun kutau suaraku menyerupai suara kodok yang bernyanyi disawah, saat kumembuka mulut,dan bernyanyi layaknya super idol yang sedang pentas diatas panggung super duper megah dengan penuh percaya diri aku bernyanyi. Alhasil respon pak Didi dan teman teman pun amat baik padaku. Mulai dari situ, aku dijuluki “sang Dewi Persik” oleh teman temanku. Semilir angin menerpa yang membuat rambut indahku berkibar layaknya iklan shampo namun panasnya cuaca membuat mataku susah terbuka dengan sempurna.
 “hai...” kubuka pembicaraan ini.
“iya? Ada apa ?” dia menjawab sapaanku dengan senyumannya, matanya menatap mataku. Sungguh aku bagai melayang terbang jauh keatas awan bersama kupu-kupu indah yang menari-nari seperti merasakan juga kebahagiaanku ini.
 Oke lamunan ku pecah, dan kujawab tanyanya “hmm..gapapa, kamu lagi menunggu bis ya?” tanya luguku.
“iya” jawabnya singkat.
Aku sempat kesal dengan jawabnya yang amat singkat itu, tapi mungkin bisa dimaklumi karena inilah yang namanya pen-dekatan.
“aku juga lagi nunggu bis, hmm mau pulang kemana? Oiya tadi aku lagi iseng motret sekitar sini, terus tiba tiba aku gasengaja motret kamu. Hm.. mau liat gak? Gak jelek kok...” seruku.
Lalu dia menjawab “aku mau ke toko buku diMatraman, kamu foto aku? Aku gak suka difoto. Aku minta kamu hapus foto aku sekarang juga.”
Wajahnya amat serius menatapku, ku fikir itu gertakan untukku. Ku ambil kamera dikalung leherku , ku genggam gemetar lalu ku hapus seketika itu juga.  “sudah ku hapus fotomu dikameraku” jawabku penuh sesal.
Saat itu suasana hening wajahnya berubah menjadi menakutkan, aku bingung harus bagaimana, ini salahku... beberapa detik kemudian bis yang dia tunggupun datang dan... “kamu mau ikut aku ? kita bisa mengobrol lebih banyak disana. Itupun kalau kamu mau.” Ajaknya sambil menaiki bis kopaja itu. Aku tercengang, bagaimana pula orang yang tadi memarahiku tibatiba mengajakku untuk kenal lebih dekat? Tanpa fikir panjang akupun ikut dengannya.
Bis ini sempit sekali, aku sibuk memasukan kameraku kedalam tas, tanpa berpegangan ke tiang atau benda manapun, dan pak supir menginjak rem mendadak, “aw...!!!” aku tersungkur jatuh, dia mengulurkan tangannya untuk menolongku, aku berpegang erat menggenggam tangan nya tepat pandangan matanya menatapku, sungguh kilaunya meluluhkan hatiku.  Ternyata jatuh cinta itu memang indah. Tuhan...jangan biarkan semua ini berakhir. Aku ingin selalu bersamanya. Oiya tuhan...aku kan belum tau namanya.  Lamunanku buncar. Sesampainya dimatraman kami turun dari bis dan dia menarikku sampai masuk ke toko buku. Aku bingung sebenarnya apa sih yang dilakukan padaku. Dia membaca buku tentang musik. Dan akupun membuka percakapan “kamu suka musik? Oiya maksud kamu apa bawa aku kesini? Oiya nama kamu siapa? Kamu kelas berapa? Sekolah dimana? “ tanyaku.
“aku suka musik...aku suka bermain gitar,  saat suasana hatiku sedang kacau aku bermain gitar , disaat sedang senangpun aku bermain gitar, ku mainkan lagu lagu yang bisa membuat hatiku nyaman, dengan gitar hidupku tak sepi lagi. tapi aku benci fotografi ! oiya namaku Raka. Aku baru lulus tahun ini” aku menatap dengan penuh simak, dan dia melanjutkan perkataannya “aku bawa kamu kesini biar bisa kenal sama kamu, aku harap kamu jangan foto aku lagi ya” dia mencubit pipiku. Aku bingung sama cowo ini, awalnya aku yang jatuh cinta padanya dan ingin dekat dengannya. Tapi kenapa sekarang responnya malah menjadi jadi terhadapku. Aku jadi penasaran.
“ada apa denganmu? Sifatmu aneh. Tadi kamu memarahiku. Tapi sekarang kamu malah mencubit pipiku. Orang aneh.” Gumamku.
“terus kamu benci sama aku? Hah? Yaudah sana pergi ! gak usah ikutin aku!” ucapnya dengan emosi.
Akupun emosi menanggapinya “hello?!! Siapa yang tadi ngajak aku kesini haaah? Sumpah yah aku tuh bingung sama kamu, kamu punya penyakit apa sih sampe segini labilnya. Kita baru kenal.! Nyesel kenal sama kamu ka!”
“hahahahaha kamu kalo lagi marah cantik juga ya hahaha” Raka menertawaiku.
Aku kesal, dan sangat teramat kesal “Raka! Kamu gila ya. Herrgh!” aku pergi meninggalkannya. Tiba tiba terdengar suara keras “Tunggu!!!” dia menggenggam tanganku dan ... “aku rasa aku suka kamu pada pandangan pertama, kamu gadis yang cantik dan lucu. Aku bingung caranya jatuh cinta pada orang. Aku belum pernah merasakan seperti ini. Maka dari itu sikap anehku aneh. Oiya sebelum kamu pergi, aku boleh tau gak nama kamu siapa? Kamu sekolah dimana?” Raka berbicara malu.
Raka ini memang lucu, aku ingin ketawa terbahak bahak rasanya namun sayang ini adalah tempat umum. Aku menjawab pertanyaannya “ya ampun Raka... aku kira kamu punya penyakit apaaa gituuu  yang ngebuat kamu aneh kaya gitu. Haha nama aku Sarah aku baru aja masuk kuliah jurusan Jurnalistik. Jadi selama sekolah belum pernah pacaran? Yaampun makanya janga n pacaran sama gitar terus. Hehehe” lalu Raka menarik kedua tanganku.  “hm...Sarah, kamu mau gak jadi pacar aku? Aku janji walaupun kita baru kenal aku gak bakalan ngecewain kamu” denga muka lugunya Raka menyatakan cintanya kepadaku. Aku fikir perasaanku terjawabkan. Aku yang tadinya suka pada pandangan pertama dan Raka juga suka aku pada pandangan pertama. “ Mungkin tuhan menjodohkan kita berdua ka... aku juga suka kamu saat tadi aku memotretmu makanya aku langsung menghampirimu ka..hmmm aku mau kok jadi pacar kamu” aku tersenyum halus pipiku memerah seketika saat Raka memelukku.  “berarti kita jadian yeeee” aku melepas pelukannya “Rak ini tempat umum rak” -_-
Hari itu adalah hari istimewa bagi aku dan Raka. Namun Senja mulai datang kami berdua sudah saatnya pulang kerumah masing masing. Sesampainya dirumah Raka mengirimkan suatu pesan singkat untukku.
“jangan lupa makan ya sayang” ini pertama kalinya Raka memanggilku dengan kata sayang. Akupun membalasnya dengan kata sayang juga.
Malam itu kami smsan hinggal larut malam, inti dari itu semua adalah besok Raka ingin mengajariku bermain gitar dan aku akan mengajari Raka bagaimana caranya tehnik memotret. Aku tak sabar ingin menunggu besok.
Pagipun datang, aku berangkat kuliah pagi hari ini. Dan sepulang kuliah Raka sudah menjemputku didepan kampus. Kami berhenti ditaman kota. Raka mengeluarkan gitarnya dan menyanyikan sebuah lagu ciptaannya khusus untukku.
Inilah lagu untukmu
Yang kucipta untuk cinta kita
Jangan sedih bila cinta kita hilang
Karena hanya maut yang memisahkan
Dan kau akan selalu dihatiku
Selamanya~
Suaranya merdu sekali terdengar entahlah apakah ini karena cinta atau benar benar merdu. Lalu Raka mengajariku bermain gitar. Ditengah pelajaran aku mengeluarkan tripot dan kameraku diletakkan didepan bangku taman yang kami duduki. Ku aktiifkan “timer” pada kameraku. Lalu “cheers...!!!” kami berdua bergaya mesra didepan kamera. Raka sangat tampan difoto itu. Entah kenapa Raka mau difoto padahal dia kan benci fotografi. Mungkin karena cinta juga yang merubahnya.  Tanpa terasa hari itu cepat sekali berakhir, kami pun harus pulang. Namun kali ini Raka mengantarku sampai rumah.
Malam ini aku mencetak foto Aku dan Raka ditaman tadi lalu ku bingkai dengan rapi dan ku letakkan disamping lampu tidurku. Tapi kenapa malam ini Raka gak sms ya? Apa mungkin dia terlalu lelah karena seharian denganku? Beberapa saat kemudian foto itu tanpa sebab apapun, bingkainya pecah berkeping keping. Perasaanku mulai resah. Aku segera menelfon Raka. “ hallo sayang kamu gak kenapa napa kan?” lalu Raka menjawab “sayang tolong temui aku didepan toko buku matraman ya i love you” aku penasaran dan langsung bergegas pergi dan tak lupa kameraku. Sesampainya di sana, garis polisi dan kemaraian orang mengelilingi sebuah mobil, sepertinya ada kecelakaan, aku segera mengeluarkan kameraku dan memotretnya, karena sebagai seorang jurnalist aku harus sigap dalam kejadian seperti ini. Namun mobil ini  sepertinya aku kenali.  Aku tersungkur jatuh didepan mobil yang sudah hancur dibagian depan. “kecelakaan terjadi sekitar 2 jam yang lalu de, disebabkan karena pengemudi yang lalai dalam mengendalikan kendaraan diduga pengemudi mengantuk saat menyetir. Hanya ada 1 orang didalam mobil. Seperti yang anda lihat, korban tewas seketika. Kami belum bisa membawa kerumah sakit. Karena kami menunggu pihak keluarga. Anda keluarganya?” ucap salah seorang polisi kepadaku. Tanpa menjawab pertanyaan sang polisi aku langsung menghampiri korban. Kamera ku terjatuh dengan sengaja, aku tersentak melihat tubuh Raka yang tidak bernyawa lagi.  Tubuh yang berlumur darah dan tergeletak diaspal jalan.  Aku hanya bisa menangis tiada henti. “2 jam yang lalu seharusnya Raka tidak usah mengantarku pulang, untuk apa dia membawa mobil hari ini. Dan maksudnya apa seorang yang membenci fotografi tiba tiba menikmati pemotretan bersamaku. Bagaimana dengan lirik lagu yang dia ciptakan padaku, itu semua petanda.  Mengapa hubungan kita secepat ini ? mengapa ?????!!!!!!!!!!!!!!!!!!!”.

                                                                           the end


Diary Cinta Tari


Biarkan gue buat cinta ini jadi indah, biarkan cinta ini berjalan dengan apa adanya, biarkan janin ini berkembang dengan hadirnya seorang pria disamping gue. Gue harap dia bisa jagain gue sampe mati. Dia itu babi terlucu yang pernah gue punya. Si anjing yang nyebelin tapi ngangenin. Ya biar begitu, dialah pacar gue guys, pacar gue yang tercinta. Namanya Gilang. Tampangnya keren makanya suka genit sama cewe lain. Kalo enggak gue kemplang dulu tuh kepalanya. Baru deh matanya gak jelalatan lagi. Tapi dia gak pernah marah sama gue. Udah 3 tahun kita pacaran gak ada ujungnya. Hidup gelandangan bareng. Ngamen bareng, nyopet bareng, makan sebungkus berdua, Ngerokok bareng, mabok bareng, bahkan tidur diemperan bareng juga pokonya semua bareng. Yaelah so sweat bangat dah guys.
 Beginilah manusia jalanan. Pacaran ala anak punk itu emang paling asik guys. Gue nikmatin aja setiap harinya. hari itu gue, sama Gilang lagi ngamen di daerah pasar. Dari pagi sampe siang hasilnya dikit banget. Gilang anjing banget lagi hari ini mukanya unmood banget guys, bikin gue muak dan kesel. Emang dasar anjing , penghasilan lagi dikit malah unmood kaya gini. “ah babi! Dapet berapa kita hari ini? Dikit banget yank! Angkot angkot semuanya kaya anjing ! penumpangnya kere kere. Apa perlu gue todong nih! Ah tai mau makan apa kita kalo duit Cuma segini bay.”
“tau nih elah! tadi gua udah triak triak nyanyinya yank ampe suara gua abis eh gaada yang ngasih. Babi gak tuh?! Anjirrrr laper banget lagi yank” gue ngadu ke Gilang dengan muka melas bercampur kesal. Dan Gilang bilang “kayanya hari ini kita harus nyopet nih yank!!” dan gue “buset nyopet mulu bego lu, kapan usahanya kita yank, yang halal dikit kek!” eh dia malah ngancem “lo mau makan gak njing? Bodo gua mau nyopet! Kalo lu gak mau ikut, lu gak usah makan yank! Gua aja yang makan! Mampus lo yank, ntar mati lo..gak ada yang nguburin mampus..”
Ah dengan ancaman pacar gua yang tercinta itu, akhirnya gue ikut bantuin dia nyopet. Kali ini target kita adalah ibuibu muda berpenampilan glamor, dandanan tebel, yaa pokoknya tampang tajir lah. Dapetlah target kita itu, gue bagian nunggu dibelakang, Gilang yang beraksi duluan dan ngoper dompet ke gue. tapi Gilang salah taktik, alhasil gue sama Gilang dikejar masa. Untungnya kita gak sempet dikroyok masa. Kita berhasil ngumpet dan kabur.
“bego lu yank! Pake segala salah taktik! Goblok!!” gue kemplang kepala si monyet satu itu. Eh dia bales “buset dah gimana gak salah taktik, itu ibuibu udah cantik, semok lagi yank. Gerogi gue hahaha” gue kesel lah dengernya “tuhkan dasar monyet! Itu ibuibu ya! Goblok!” eh dia jawab “ye..lu gak percaya yank, gini aja ini kan dompetnya dia nih, pasti ada poto dia dong? Kita liat” Gilang ngebuka isi dompet ibu itu alhasil ada foto anak kecil yang kayanya gua kenal. “yank anak siapa nih? Kaya gua kenal” gilang ngebuka isi dompetnya lagi. Gue liat foto ibu ibu itu “yang ini ibu ibunya?hmm.....” Gilang motong pembicaraan gue “ini dia ibu ibu cantik dan semoknya yank” gue tersentak narik foto ibu itu lagi dari tangan Gilang “goblok!!! Inimah emak gue yank!!! Anjing kenapa bisa kebetulan? Biadap nih dia yang udah ngebuang gue waktu umur 5 tahun ke panti, bangke banget kan yank” terus kata Gilang “wah ini mertua gue jadinya yank? Yah kaga jadi suka dah gue, lah terus yang ini foto anak siapa ini?” gue kemplang lagi kepala Gilang . “ini foto gua ini waktu masi umur 3 tahun yank” Gilang ngebuka isi dompet lagi “wah duitnya banyak banget yank, emak lu tajir juga yank, kenapa lu jadi blangsak gini ngikutin idup gue, goblok” Gilang ngemplang kepala gue. Dan dia ngelanjutin omongannya “gua gabakal ambil duitnya yank, ini ada KTP nih. Ada alamatnya juga. Besok gua anterin elu ke alamat ini yank! Ga usah banyak omong! Lu itu seharusnya bersyukur masi punya emak, gak kaya gue, emak bapak gue udah mati yank, lu kalo ikutin hidup gue bakalan blangsak terus. Besok lu gua balikin ke emak lu ye njing” gue ngebantah “eh yaelah yank, jangan napa si. Gua udah seneng idup begini. Sama lu...biarpun lu ngeselin yank tapi gue cinta bangat sama lu yank, gua gamau balik. Gamau, gua benci banget sama emak gue. Mana mungkin dia mau nerima gue cewe punk gini. Masa anaknya gradagan gini yank ga bakalan mau dia” Gilang ngancem gue guys “kalo lo gak mau gua balikin ke emak lo, kita putus! Lagian ya, gua juga cinta bangat sama lu bego! Walaupun gue balikin lo ke emak lo tapi cinta kita tetep jalan broh. Yegak? I love you darling ” kita senyum senyum berdua dan kita ciuman.
Besok paginya gue sama Gilang pulang kerumah emak gue, awalnya dia gak ngenalin gue, natap gue aneh gitu, secara penampilang gue sama Gilang keren banget yakan?
“siapa ya?” kaya emak gue
“gini bu kita mau balikin dompet ibu yang kemaren kita copet dipasar. Sumpah bu duitnya gak kita ambil tenang aja ... oiya sekaligus saya mau nemuin ibu nih sama anak ibu ini nih” Gilang ngedorong dorong gue
“saya Tari bu...” ragu ragu gue ngomongnya sama males juga sih.
“ini Tari? Tari anak mama? Yaampun kenapa kamu jadi kaya gini nak...mama cariin kamu , akhirnya kamu pulang juga Tari... jangan tinggalin mama lagi Tari... maafin mama soal yang waktu itu.. mama nyesel banget Tari....” mama meluk meluk gue, rada sedih juga sih gue, tapi mama nerusin omongannya “oh jadi kamu yang nyulik anak saya? Kamu juga ya ngerubah anak saya jadi kaya gini! Pergi kamu! Pergi! Pergi!” mama ngusir Gilang. “bukan ma! Jangan asal ngomong Tari begini karena kemauan sendiri! Gilang gak salah. Gilang yang nyuruh Tari kesini. Gilang pacar Tari. Jangan usir dia.!” gue ngebela Gilang. “engga Tari! Kamu gak pantes sama dia! Pergi kamu! Pergi!” dan Gilang menjawab “iya bu saya pergi, yank gua pergi ye..bye~” anjing si Gilang beneran pergi guys. Gua mau lari ngejar susah. Mama megangin gua terus. Gua Cuma bisa triak triak manggil Gilang.
Sebulan berlalu.. gua dikurung terus dirumah, baju gue rapih rapih banget, baju cewe semua. Gue kaya dipenjara guys, sampe akhirnya mama mau jodohin gue sama anak cupu gak jelas itu. Malem itu Gue kabur aja dari rumah. Lolos juga gue dari rumah. Gue cari Gilang ditempat tongkrongan. Kita ketemu. “ayank? Cewe banget baju lo! ngapain lo kesini? Emak lu gak nyariin? Pulang sono” kata Gilang.
“gue kabur dari rumah yank, hidup dirumah itu kaya dipenjara. Jijik gue. Nenek lampir bacotnya kaya anjing. Kesel! Pake segala mau dijodohin lagi gue yank!”
“pokoknya lu harus pulang yank. Nanti gue lagi yang disalahin emak lo nyet! Pulang ayo gue anter pulang cepet!” Gilang narik tangan gue.
“Lang! Gue cintanya sama lo! Gak sama yang lain! Gue gak mau dijodohin! Gua maunya sama lu yaaaankk...” gue peluk dan cium Gilang dengan hangat. Dan bilang “malem ini kita harus bikin anak Lang! Lu harus hamilin gue! Biar nenek sihir itu gak ngejodohin gue dan dia ngerestuin hubungan kita yank” Gilang berfikir sejenak “bener juga lu yank!” dan malam itu kejadian itupun terjadi, ditempat seadanya dibasecamp tempat kita berdua dsitulah terjadi. Dan setelah itu gue pulang kerumah.
Seminggu kemudian gue positif hamil. Gue jujur sama mama kalo Gilang yang ngehamilin gue, awalnya mama gak terima. Tapi Gilang disuru mempertanggung jawabkan ini semua. Rencana gue dan Gilang berhasil, mama ngerestuin gue sama Gilang. akhirnya Gilang sama gue dinikahin deh. Gue seneng banget.