Sore ini Aku bermain ke apartement Rene, dia sedang
menyiapkan barang barang untuk berlibur ke Indonesia.
“Liburan
musim ini aku akhirnya pulang ke Indonesia, sudah kangen banget sama Mami sama
adikku Jeny...terus mau ke makam papi...besok sudah bisa terbang ke Indo,
yeeeeaaayyy!!!” Rene bercerita heboh sambil merapikan baju bajunya didalam
koper.
“iya
aku pun sudah kangeeeeen banget sama Riko disana Ren...hmm dia pasti tambah
ganteng dan dia pasti kaget melihat ku yang makin cantik dan pintar hehe”
candaku.
“hmm
dasar Elish...oiya besok aku juga bisa dong ketemu Riko dibandara. Dia jemput
kamu kan?” tanya Rene.
“alamak,
aku belum bilang ke dia kalau besok aku ingin ke jogya. Iya besok kau pasti
bertemu dengannya. Nanti aku suruh dia jemput aku dibandara Ren” seru aku.
“yasudah
cepat kamu kabarin dia lish...sana sana ! kamu juga pasti belum prepare
segalanya kan? Huh namanya juga Elish”
“okey.
Bye bye.. see you tommorow... “ aku begegas pulang.
***
Sesampainya
dirumah aku langsung mengirimkan email untuk Riko di jogyakarta.
“Riko, besok aku berlibur ke
Indonesia. Kau jemputlah aku ke bandara. Kau maukan? Kita akan bertemu
sayang... tunggu aku besok ya sayang... miss you so J “
Beberapa
menit ku tunggu balasan dari Riko, sungguh ini adalah pertama kalinya aku harus
menunggu agak lama balasan dari Riko. Tapi beberapa menit kemudian ada pesan
darinya.
“iya aku jemput kamu nanti sayang.”
Ini
balasan pesan Riko yang paling singkat selama ini. Aku rasa ada yang tidak
biasanya dengan Riko. Tetapi aku hanya berusaha berfikiran positif tentangnya.
Setelah itu Aku bersiap merapikan barang barangku kedalam koperku.
***
Pagi ini aku dan Rene tiba dibandara dengan didampingi
mamak, ayah. Dan Reza adikku untuk mengantarku. Beberapa menit kemudian pesawatku
sudah saatnya berangkat. Aku berpamitan dengan keluargaku begitu pun Rene. Selama
diperjalanan aku masih terfikiran dengan pesan yang semalam dari Riko. Aku
ceritakan kepada Rene soal itu. Rene bilang aku harus selalu berfikiran
positif. Jangan berfikir macam macam tentangnya. Tanpa terasa kami sampai di
bandara di Indonesia. Aku keluarkan ponselku lalu kutelfon Riko. Namun nomornya
tidak dapat dihubungi. Mami dan adik Rene sudah menunggu sejak tadi dibandara.
sedangkan Riko beberapa kali ku hubungi namun nomornya tidak dapat dihubungi.
Aku cemas dengan ini. Ada apa dengan Riko? apa yang terjadi? Aku sudah lumayan
kesal dengan ponselku ini,terlebih kepada Riko. akhirnya Rene mengajakku ke
rumahnya. Jogyakarta sangat indah dan asri. Begitupun penduduknya yang amat
ramah. Namun fikiranku tertuju pada Riko. dimana dia? Ada apa dengan dia?
Tidak ada komentar:
Posting Komentar