Terdiam dalam hormat (let the love begin.. -part 2)

“ kukuruyukkkkk “ Suara ayam tetangga membangunkan aku dari tidurku yang lelap.
“selamat pagi... bangun elish, mandi yang bersih ya, gue gak mau bonceng cewe bau kesekolah. Oke? Tunggu aku datang ya :* muah” ini sms Riko yang setiap pagi dia dikirimkan untukku.
Dan seperti biasa bunyi klakson motor Riko itu yang membuat dasi dan rambutku kurang begitu rapi. Karena terburu buru ingin cepat memarahinya. Karena Bunyi klakson itu sangat amat mengganggu tidur mamak.
Seperti biasa berangkat sekolah dengan Riko sudah beberapa kali telat 3bulan ini karena aku yang selalu kesiangan. Hari ini kami berdua dihukum oleh bu Rida. Karena kejadian kemarin,kami dikira bolos sekolah. Padahal hanya terjebak hujan. Jadi hormatlah kami berdua dibawah tiang bendera, terjemur bagaikan tergarang dibawah bara api. Tapi aku sangat menikmatinya karena Riko selalu ada disampingku.
“elish!” bisik Riko memanggil dari samping kananku.
“apa?” jawabku.
“gue capek nih...” Riko mengeluh kepadaku.
“alamak kau fikir aku tidak pula capek seperti kau? Panas sekali... rasanya aku ini ingin pingsan saja lah.” Akupun mengeluh.
“eh jangan...gue bukan capek karena ini, tapi gue capek memendam perasaan ke lu. Lu itu gak peka apa. Gue itu suka sama lu lish...lu mau gak jadi pacar gue?” tanyanya.


Aku terdiam bisu didalam hormatku, kulihat bendera merah putih yang berkibar melambangkan kedamaian. Hatiku tersentak bagai mendengar jika ayah akan pulang besok atau lusa. Apakah ini nyata? Ataukah  Cuma mimpi?
“woi si duo batak ! kasian banget sih dihukum panas panasan... cemungut yua~ hahahahahahahaha ayo guys capcus cyin~” dibalik renunganku tadi Dita dan 2 temannya menertawakanku. Tapi hanya sekejap karena mereka langsung pergi lagi. Huh memang mereka itu cewe cewe sirik.
“woy,elish jawab lah pertanyaan gue tadi...alamak...aku itu sayang kali padamu elish..” ucap Riko yang mengeluarkan gaya bataknya.
“i..i...iya... aku jawab pertanyaan kau Rik...hm.. hm.. iya Rik akupun sepertinya juga sayang padamu. Kau lah yang selalu membuat hari hariku indah Rik” jawabku dengan gugup.
“wah berarti kita jadian nih? Bah! Senang sekali aku...yes yes yes!!!!horeee!!!” Riko berlompat lompat senang dilapangan dan...
“Riko!!!!!!!!!!! Kembali hormat kebendera sampai bel istirahat ! kau mengerti?!!” teriak keras bu Rida.
“iya bu...” jawab Riko tertunduk.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar