“
kukuruyukkkkk “ Suara ayam tetangga membangunkan aku dari tidurku yang lelap.
“selamat
pagi... bangun elish, mandi yang bersih ya, gue gak mau bonceng cewe bau
kesekolah. Oke? Tunggu aku datang ya :* muah” ini sms Riko yang setiap pagi dia
dikirimkan untukku.
Dan
seperti biasa bunyi klakson motor Riko itu yang membuat dasi dan rambutku kurang
begitu rapi. Karena terburu buru ingin cepat memarahinya. Karena Bunyi klakson
itu sangat amat mengganggu tidur mamak.
Seperti
biasa berangkat sekolah dengan Riko sudah beberapa kali telat 3bulan ini karena
aku yang selalu kesiangan. Hari ini kami berdua dihukum oleh bu Rida. Karena
kejadian kemarin,kami dikira bolos sekolah. Padahal hanya terjebak hujan. Jadi
hormatlah kami berdua dibawah tiang bendera, terjemur bagaikan tergarang
dibawah bara api. Tapi aku sangat menikmatinya karena Riko selalu ada disampingku.
“elish!”
bisik Riko memanggil dari samping kananku.
“apa?”
jawabku.
“gue
capek nih...” Riko mengeluh kepadaku.
“alamak
kau fikir aku tidak pula capek seperti kau? Panas sekali... rasanya aku ini
ingin pingsan saja lah.” Akupun mengeluh.
“eh
jangan...gue bukan capek karena ini, tapi gue capek memendam perasaan ke lu. Lu
itu gak peka apa. Gue itu suka sama lu lish...lu mau gak jadi pacar gue?”
tanyanya.
Aku
terdiam bisu didalam hormatku, kulihat bendera merah putih yang berkibar
melambangkan kedamaian. Hatiku tersentak bagai mendengar jika ayah akan pulang
besok atau lusa. Apakah ini nyata? Ataukah
Cuma mimpi?
“woi
si duo batak ! kasian banget sih dihukum panas panasan... cemungut yua~
hahahahahahahaha ayo guys capcus cyin~” dibalik renunganku tadi Dita dan 2
temannya menertawakanku. Tapi hanya sekejap karena mereka langsung pergi lagi.
Huh memang mereka itu cewe cewe sirik.
“woy,elish
jawab lah pertanyaan gue tadi...alamak...aku itu sayang kali padamu elish..”
ucap Riko yang mengeluarkan gaya bataknya.
“i..i...iya...
aku jawab pertanyaan kau Rik...hm.. hm.. iya Rik akupun sepertinya juga sayang
padamu. Kau lah yang selalu membuat hari hariku indah Rik” jawabku dengan
gugup.
“wah
berarti kita jadian nih? Bah! Senang sekali aku...yes yes yes!!!!horeee!!!”
Riko berlompat lompat senang dilapangan dan...
“Riko!!!!!!!!!!!
Kembali hormat kebendera sampai bel istirahat ! kau mengerti?!!” teriak keras
bu Rida.
“iya
bu...” jawab Riko tertunduk.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar