Semilir angin malam menerpa, menusuk hinggal tulangku.
Rintik Hujan pun melengkapi dinginnya malam ini. Ku tutup buku Matematika yang
ada diatas meja belajar. Ku tarik selimut tebal yang ada diujung kakiku, dan
kini waktunya memejamkan mata. Selamat malam bintang..selamat malam hujan...
Disaatku sedang terlelap tidur kau datang menemuiku
“angel... bangun...ini aku... ray...”
Aku merasa terpanggil, ku buka kedua mataku. Malam itu Ray
datang kekamarku.
“Ray mau apa kau kesini? Tenanglah kau dialammu...jangan
ganggu aku Ray...”
“Aku sayang kamu Angel... kenapa kamu begitu tega
menduakanku dengan Doni? Kau tega sekali sayang.”
“Mana mungkin aku harus tetap denganmu Ray? Kita sudah
berbeda dunia...jangan ganggu aku lagi Ray...tenanglah dialam sana...”
“Aku Cuma ingin kamu tau, aku Cinta kamu Angel..”
Tiba tiba Ray menghilang, kucari cari wujudnya, namun yang
ada hanya kosong.
**
Pagi itu Doni menghampiriku “Angel kurasa hubungan kita
cukup sampai disini saja! Aku merasa tidak ada kecocokan diantara kita”
“loh kenapa?” tanyaku
“aku sudah punya penggantimu... maafin aku Angel...” kata
Doni.
Aku tak kuasa menahan tangis, mengapa secepat ini! Mengapa
Doni begitu tega! Mengapa??
**
Air mata itu tiada henti hentinya sampai akhirnya tangisan
itu menghiasi malamku. Namun disaat ku terlelap tidur, Ray datang lagi
menemuiku.
“jangan menangis sayang... aku selalu ada untukmu...”
“kau mau apa lagi Ray? Please jangan ganggu aku...dunia kita
tak sama...”
“Cinta yang akan mempertemukan kita kembali” Ray pun
menghilang.
Ku berdoa ditengah gelapnya malam. Tuhan... jika Doni adalah
jodohku maka dekatkalah kami kembali.. namun jika Ray adalah jodohku maka
sadarkanlah dia ya tuhan...aku bukan untuk dunianya.. dunia kita
berbeda...walaupun aku masih sayang dia ya tuhan...
Pagi itu...patah hati ini masih berlanjut. Aku melihat Doni
duduk mesra berduaan dengan Risya dibawah pohon rindang ditaman sekolah.yakni
Sahabatku sendiri. Aku makin tertusuk oleh tajamnya pisau didadaku. Tangisan
ini tak tahu harus bersandar dibahu siapa. Dan Abi , temanku merangkulku dan
tangisanku. Seiring berjalannya waktu, keepedulian Abi makin mejadi jadi.
Hingga akhirnya Abipun jatuh cinta kepadaku. Kami berpacaran. Tapi dimalam yang
dingin, Ray kembali datang “Angel...dimana kau yang dulu ku kenal? Kenapa kau mudah
sekali jatuh cinta? dimana janjimu dulu untuk setia bersamaku...”
“sudahlah Ray..aku sudah bahagia dengan Abi...aku sudah
cukup melupakanmu Ray....”
Pagi hari disaat aku dan Abi berangkat sekolah bersama. Abi
berkata “aku punya satu permintaan sayang, kamu mau kan berkorban demi cintamu
ke aku? “
Jawabku “apa sayang?” dan Abi pun menjawab “tolong ambilkan
bunga indah disebrang jalan sana...agar nanti aku akan membuat mahkota indah
untukmu” akupun melakukannya. Namun ditengah jalan mobil dari arah kiriku
melaju amat kencang, mobil itu hampir menabrakku namun Abi menyelamatkanku.
**
Malam harinya Ray datang kembali “kenapa kau menolak ajakan
ku tadi Angel? Kau tak cinta lagi denganku? “
“jadi kau yang ingin menyelakaiku? Agar aku mati ? namun
sayang...Abi yang menyelamatkanku dari maut itu Ray”
“kau benar benar sudah berubah Angel... kau apakan
pengorbananku selama ini untukmu? Kau lupakan begitu saja? Padahal sampai detik
ini aku masih menyayangimu Angel.. aku kecewa denganmu.” Ray menangis
dihadapanku.
“Ray... kau harus mengerti... duniamu bukan duniaku...kita
berbeda dunia Ray...dan kau yang kau harus tau, bahwa cinta tak dapat
dipaksakan. Kau harus bahagia jika orang yang kau cintai juga bahagia.
Sekalipun itu bukan dengan kau. Sekali lagi kuingatkan Ray, aku bukan untuk
duniamu.” Ku raih tubuh Ray, namun tak dapat ku sentuh. Dan aku melajutkan
pembicaraanku “bahkan untuk menyentuhmupun aku sudah tak bisa Ray...”
“iya sekarang aku mengerti, aku sudah tak pantas untukmu.
Dunia kita berbeda. Dan kau sudah melupakanku. Oke kita putus Angel...selamat
tinggal ...” Ray menghilang dan menghilang tanpa terlihat lagi wujudnya.
“selamat jalan Ray.....semoga kau tenang dialam sana”.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar